23 Desember 2008

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI

Kidung ini diciptakan oleh Kanjeng Sunan Kalijogo, bila ditembangkan dengan benar dan dilakukan ditengah malam, akan terasa kasiatnya…. Sebuah energi positif akan keluar membawa ketentraman hati dan energi tersebut juga mampu menghindarkan diri kita dan orang-orang disekitar kita dari gangguan Jin, hewan buas dan niat jahat orang lain.

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI

Ana kidung rumekso ing wengi

Teguh kaya luputo ing loro

Luputo bilahi kabeh

Jim setan clatan purun

Paneluhan tan ana wani

Miwah panggawe ala

Gununing wong luput

Geni atemahan tirto

Maling adoh tan ono njarah ing mami

Guno duduk pan sirno

Sakahing lara pan sumyo bali

Sakeh ngomopan sami mirudo

Welas asih pandulune

Sakehing braja luput

Kadi kapuk tibhaning wesi

Sakehing wiso towo

Sato galak tutut

Kayu aeng lemah sangar

Songing landhak guwaning

Wong lemah miring

Myang pukhiponing merak

Pagupakaning warak sakalir

Nadyan arca myang segara asat

Temahan rahayu kabeh

Apan suriro ayu

Ingideran kang widodari

Rinekso malaekat

Lan sugung pra rosul

Pinayungan ing hyang sukmo

Ati adem utekku baginda sis

Pangucapanku ya musa

Napasku nabi ngisa linuwih

Nabi yakub paniyarsuning wang

Dawud suworoku mangke

Nabi Ibrahim nyawaku

Nabi sulaiman (sleman) kasekten mami

Nabi yusup rupaningwangng weng

Edris (idris) ing rambutku

Baghindo ngali (ali) kuliting wong

Abubakar getih daging Ngumar (Umar) singgih

Balung baghindo Ngusman (Usman)

Sungsumingsun patimah linuwih

Siti Aminah bayuning angga

Ayub ing ususku mangke

Nabi Nuh ing jejantungku

Nabi Yunus ing otot mami

Netroku ya Muhammad

Pamulaku Rosul

Pinayungan Adam Kawa (hawa)

Sampun pepak sa’katahe para nabi

Dadiya sariro tunggal

13 Desember 2008

Ceep… Jangan Menangis Lagi Deek…

Dek… jangan menangis lagi… memang begini keadaanya…

Dek… mari berdo`a agar kita mampu melewati hari yang berat ini…

Maafkan kakakmu yang tak mampu membesarkanmu…entah bagaimana masa depanmu adiku… Bertahanlah adiku… bangkitlah…!! kepalkan tanganmu..!! hantamlah congkaknya dunia ini….. Kakak mohon jangan kau benci kakakmu ini… sayaang... berhentilah menangis... akan kakak pertaruhkan jiwa raga kakak untukmu....

Ooh Tuhan… beri terang jalan Hamba…Begitu berat cobaan yang Kau berikan pada hambamu yang lemah ini…

PERNAH NGESEKS, MESKI TAK PAHAM

Kehidupan dijalanan ibarat hidup di tengah belantara raya, hukum yang diberlakukan oleh penghuninya tidak ubahnya seperti hukum rimba, siapa kuat di akan bertahan atau menang dan siapa yang lemah dia harus tunduk atau tersingkir, segala sesuatu bisa terjadi dengan tidak terencana, begitupun dengan kebiasaan anak jalanan, untuk mewujutkan rasa penasaran asalkan mampu untuk diwujutkan pasti akan mereka lakukan, termasuk rasa keingin tahuan mereka tentang seks.

Didalam suatu komunitas anak jalanan hampir 70 persen sudah pernah melakukan hubungan seks, factor yang mempengaruhi mereka hingga melakukan hubungan seks rata-rata mengaku pada awalnya karena dipaksa oleh teman yang lebih tua. Ironisnya, sebagian besar dari mereka tidak paham soal seks, selebihnya hanya sekedar tahu tanpa memahami maknanya.


Mereka, yang mengaku tahu datang dari anak jalanan laki-laki tampaknya kaum adam ini lebih berani blak-blakan dalam masalah seks. Sementara soal kesehatan, anak jalanan beranggapan kehidupan dijalan membuat mereka lebih kebal terhadap penyakit (atau bisa jadi tidak paham atau tak terdeteksi). Namun pada kenyataanya banyak diantara mereka yang terkena penyakit kulit dan sepertinya tak pernah kunjung sembuh, selain penyakit kulit tidak sedikit pula yang terkena penyakit kelamin seperti (cipilys) dan kencing nanah


Kehidupan keras di jalan membuat mereka tak bisa terhindar secara penuh dari hal-hal yang negative, hampir semua anak jalanan mengaku pernah mengkonsumsi narkoba, jenis narkoba yang menjadi primadona diantara anak jalanan adalah jenis Pil koplo, ngelem (mabuk dengan cara menghirup dalam-dalam udara dalam kalem yang berisi cairan lem) dan Cimeng/Ganja, barang haram tersebut terutama jenis psikotropika banyak mereka peroleh justru bukan dari lingkungan komunitas mereka, melainkan barang-barang itu banyak berasal dari orang-orang diluar lingkungan komunitas anak jalanan, proses ini terjadi dikarenakan secara individu anak jalanan juga banyak yang mempunyai teman selain sesama anak jalanan, tidak sedikit diantara mereka yang sudah mengenal mahasiswa atau anak-anak orang kaya.


Selain pernah mengkonsumsi narkoba ada hal negatif lain yang rutin mereka lakukan, rata-rata anak jalanan terutama yang laki-laki sehari bisa menghabiskan 12 batang rokok, tidak jarang pula mereka juga mengkonsumsi miras secara bersama-sama, sepertinya hal ini sudah menjadi semacam ritual persahabatan, hingga muncul istilah sahabat sebotol, mereka menciptakan dunia mereka sendiri, mereka enjoy dengan kehidupan mereka dan mereka merasa lebih bisa menikmati indahnya hidup dalam dunia yang mereka ciptakan. Hehehe…. Menarik ya……


[Edy Wahyu K. Sahabat Anak jalanan]

12 Desember 2008

BANGGA BISA CARI DUIT SENDIRI

Meskipun secara status mereka masih anak-anak, soal kemandirian anak jalanan tidak kalah dengan orang dewasa yang hidup dalam suasana komunitas masyarakat yang normal. Anak-anak jalanan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri bahkan mereka tidak jarang membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga, kondisi ini menjadi kebanggan tersendiri bagi anak jalanan.

Anak-anak jalanan tidak sepenuhnya tinggal dijalan. Mereka, sebagian besar masih tinggal bersama orang tuanya masing-masing, hanya sebagian kecil yang sepenuh hidupnya dihabiskan dijalanan, biasanya yang seperti ini adalah anak-anak urban yang berasal dari daerah yang jauh dari tempat dimana mereka tinggal sekarang, disini mereka tidak memiliki rumah, orang tua dan saudara, mereka bekerja mengais rejeki tidak hanya sekedar untuk mencari makan dan hiburan, namun lebih dari itu, mereka beraktifitas dijalan untuk bertahan hidup.


Bila diteliti dengan seksama anak-anak jalanan yang masih pulang kerumah dan masih memberi uang kepada orang tua kurang tepat bila disebut sebagai anak jalanan, mereka lebih tepatnya disebut sebagai pekerja anak, sedangkan prwedikat anak-anak jalanan lebih tepat diberikan pada anak-anak urban seperti yang sudah disebutkan diatas. Tempat tinggal mereka tidak menetap, mereka kebanyakan tinggal di kolong jembatan dan emper-emper toko. Jenis pekerjaan yang paling diminati oleh anak-anak jalanan dan menjadi kebanggaan adalah menjadi pengamen, karena mengamen harus memiliki keterampilan bermain gitar dan memainkan nada, aktifitas yang cukup sulit bagi usia anak-anak..


Masyarakat banyak yang yang salah paham dalam menilai aktifitas anak jalanan, mereka tidak jarang diidentikan dengan segerombolan sampah masyarat yang tidak berguna dan sarat dengan permasalahan kriminalitas, ungkapan seperti ini menjadi tidak sepenuhnya benar bila masyarakat mau untuk mencoba ingin tahu siapa sebenarnya mereka.


[Edy Wahyu K, Sahabat Anak Jalanan]

10 Desember 2008

KERASNYA JALANAN JADIKAN MENTAL KUAT

Rendahnya tingkat ekonomi masyarakat ditingkat bawah ditambah sulitnya mencari pekerjaan menjadi faktor yang dominan penyebab banyaknya aktiifitas untuk mencari penghidupan di jalanan. Tak terkecuali anak-anak pun banyak dilibatkan atau terpaksa melibatkan diri untuk mencari nafkah dengan jalan mengemis, mengamen disepanjang trotoar dan perlintasan lampu merah, yang merasa malu mereka memilih untuk mengasong. Namun pada hakekatnya kehidupan mereka sama yaitu anak jalanan.


Kehidupan keras jalanan berpengaruh pada perkembangan mental, mereka akan terlihat lebih kuat dan mandiri dibanding dengan anak sebaya yang hidup dalam suasana social yang normal. Dalam menghadapi Razia misalnya banyak diantara mereka yang mengaku tak khawatir lagi, kerasnya kehidupan jalanan membuat mental mereka menjadi sangat kuat. Soal perkelahian misalnya paling tidak seminggu dua kali, itu sudah merupakan sesuatu aktifitas yang lumrah.


Namun ada sesuatu yang menarik dari sisi kehidupan mereka, bahwa kerasnya jalanan tidak membuat mereka melupakan tuhan. Banyak hal yang dapat diperoleh dari kerasnya kehidupan jalanan, disana mereka bisa mencari teman untuk berdiskusi atau sekedar berbagi cerita, termasuk untuk membicarakan sesuatu yang baik dan buruk, untuk berbagi biasanya mereka mencari anak-anak yang lebih dewasa. Berbagai karakter ada dilingkungan komunitas anak jalanan, dalam berdiskusi biasanya mereka banyak membahas sesama teman sebaya selebihnya cerita-cerita tentang seks dan lawan jenis. Yang agak unik kebiasaan berdiskusi didominasi anak jalanan laki-laki, sedangkan yang perempuan lebih banyak diam, bisa jadi hal tersebut terjadi dikarenakan factor gender, dimana perempuan memang cenderung tertutup. Dari keseluruhan anak jalanan 85 persen anak-anak jalanan pernah mengenyam pendidikan formal sisanya tidak pernah, mayoritas dari mereka yang pernah mengenyam pendidikan formal adalah laki-laki.


Sebagian dari mereka status pendidikanya adalah lulusan SD lainya mengaku harus putus ditengah jalan dan tidak ada pilihan lain selain harus beraktifitas dijalanan. Beberapa diantara mereka ada juga yang masih aktif menempuh pendidikan formal rata-rata usianya sekitar 6-14 tahun, 70 persen mereka yang masih sekolah rata-rata masih menjadi tanggungan orang tuadalam hal biaya. Sedang 25 persen lainya mengaku dibantu LSM yang membimbingnya. Selebihnya biaya sendiri, saudara atau majikan. Dari seluruh anak jalan 70 persen dintaranya memiliki pekerjaan. Mereka mengaku tidak hanya nongkrong atau iseng di jalanan, kebanyakan menjadi pengamen, mengasong Koran atau menjual makanan.


Dalam keseharian anak jalanan mengais rejeki selama 6-8 jam tanpa mengenal hari libur, mereka memilih jam siang dan sore hari, namun ada juga yang melakukan pekerjaan di malam hari, hanya tidak banyak yang melakukan. Soal penghasilan, setiap harinya paling tidak mereka memperoleh Rp. 6 sampai 10 ribu seorang, pendapatan tertinggi dalam satu hari yang pernah mereka capai bisa sampai Rp. 30 ribu. Bila dimbil rata-rata setiap harinya mereka memperoleh Rp. 15 ribu, tidak ada hubungan antara anak jalanan laki-laki dalam kaitannya dengan penghasilan Untuk apa uang yang mereka peroleh? Kebanyakan diantara mereka menjawab uang itu akan mereka berikan kepada orang tua, hanya beberapa diantara mereka yang mengaku uang hasil dari mereka bekerja hanya cukup digunakan untuk makan dan sekedar mencari hiburan misalnya untuk main game Play Station.


Lantas kemana mereka mencari bantuan ketika mendapat kesulitan atau masalah yang mereka anggab serius, seperti tertanggkap dalam operasi Preman yang sering digelar aparat kepolisian selain razia-razia yang dilakukan oleh SATPOL PP? Orang Tua dan LSM pembinalah yang dijadikan sasaran pertama, hanya sekitar 5 persen yang berani menghadapi sendiri, itupun sudah masuk kategori bukan anak-anak namun sudah masuk usia dewasa


[Edy Wahyu K, Sahabat Anak Jalanan]

24 Oktober 2008

Refleksi Gerakan Perjuangan Perempuan di Indonesia

Oleh : Edy Wahyu Kurniawan*

DISKURSUS tentang kaum perempuan, akan segera melintas di benak kita seiring maraknya kasus diskriminatif dan ketidak adilan banyak terjadi pada kaum perempuan. Banyak hal yang menjadi latar belakang munculnya perjuangan kaum perempuan, diantaranya banyaknya diskriminasi atas hak berpolitik, ketidakadilan dalam struktur ekonomi, budaya yang akhirnya dari kesemuanya tereduksi untuk mendapatkan hak yang sama sebagai manusia. Sejarah gerakan perjuangan perempuan dimulai pada pertengahan abad 19. Emansipasi persamaan hak serta penghapusan diskriminasi terhadap kaum perempuan menjadi landasan perjuangan mereka. Asumsi inilah yang kemudian menjadi dasar dari gerakan perjuangan perempuan yang pada masa kini lebih dikenal dengan sebutan gerakan feminisme.Gerakan perjuangan perempuan mulai kuat dan meluas ketika memasuki abad 20. Kondisi kehidupan yang serba tertekan menumbuhkan kesadaran kaum perempuan terhadap kemampuannya untuk terus berjuang. Di tahun 1940-an ketika pecah Perang Dunia II, pengkontribusian tenaga laki-laki banyak dikonsentrasikan untuk berperang, saat itu banyak sekali sektor-sektor pekerjaan yang mulanya dikerjakan kaum laki-laki dapat dikerjakan dengan baik oleh kaum perempuan, mulai saat itulah perempuan mulai sadar bahwa mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang sama dengan kaum laki-laki. Maraknya gerakan perjuangan perempuan di Eropa menjadi salah satu sumber insprirasi bagi lahirnya gerakan perjuangan perempuan di Indonesia yang dipelopori oleh RA. Kartini sebuah nama yang tidak asing lagi ditelinga kita. Beliau adalah salah satu tokoh pejuang perempuan Indonesia yang pada masanya beliau sangat gigih dalam memperjuangkan ruang-ruang eksistensi kaum perempuan yang pada saat itu memang sedang terjadi pengkebirian, khususnya pemenuhan kebutuhan akan pendidikan education, sungguh ironis fenomena ini muncul karena adanya penyalah gunaan penafsiran atas dogma-dogma sosial dan agama yang berkembang serta diterapkan oleh masyarakat di Indonesia pada saat itu. Perkembangan zaman yang semakin maju membawa pengaruh pada pola berfikir masyarakat, hal ini tentunya akan membawa pada dua sisi ruang pola berfikir positif dan negatif pada ruang perempuan. Asumsi positifnya kaum perempuan lebih bebas untuk mengaktualisasikan eksistensi diri tanpa terbebani oleh tekanan maupun diskriminasi. Asumsi negatifnya ada kekhawatiran dalam menerjemahkan arti kebebasan itu sendiri, kita sering mendengar istilah bias gender, sebenarnya istilah ini muncul lebih diakibatkan oleh pencitraan perempuan itu sendiri. Saat ini kebutuhan kaum perempuan lebih condong pada penyesuaian tuntutan perkembangan zaman, paradigma seperti ini akan membawa dampak yang kurang strategis bagi kaum perempuan. Pemahaman semacam ini mempunyai kecenderungan memaksa sekaligus menjebak kaum perempuan pada kungkungan budaya konsumerisme, propaganda yang didengungkan para produsen kosmetik kecantikan dan produsen jamu perawatan tubuh melalui berbagai macam media iklan dari cetak sampai audio visual, ujung-ujungnya terjadilah proses ketergantungan pada produk-produk kosmetik kecantikan dan jamu perawatan tubuh, lebih parahnya lagi fenomena ini berlangsung di bawah ambang batas kesadaran kaum perempua dan menjadi sesuatu yang amat lazim untuk dilakukan. Bila di kaji lebih dalam segala hal yang diperjuangan oleh para tokoh perempuan sebenarnya lebih diorientasikan pada bentuk kemerdekaan yang sesungguhnya yaitu kemerdekaan serta perlakuan yang sama dan wajar kaum perempuan sebagai manusia disegala sektor termasuk sektor politik, kebudayaan dan kesetaraan akses yang sama dalam sektor pendidikan (education), dalam ruang rumah tangga kesetaraan dalam pengambilan keputusan, rasa memiliki bersama, serta persamaan hak untuk membesarkan anak-anak juga harus menjadi prioritas.


Penulis adalah: Aktifis Perspektif Studies Forum (PSF)

19 Oktober 2008

DESA WISATA SUMBER BRANTAS, KEC. BUMIAJI KOTA BATU

Profil...
Belum banyak orang yang tahu bahwa dahulu daerah perbukitan Junggo merupakan areal perkebunan besar. Sekitar tahun 1870 kawasan antara selekta sampai cangar ini dijadikan pengembangan perkebunan orang-orang eropa dengan menanam berbagai macam komoditi diantaranya yang utama adalah tanaman Kina dan teh. Tidak terkecuali Desa Sumber Brantas yang dulu masih Dusun Jurang Kuwali dikuasai oleh Tuan tanah bernama Menir Klei orang Belanda. Disamping menanam teh istri klei juga mengembangkan usaha hortikultura yaitu budidaya bunga, salah satu peninggalannya adalah bunga rotensia disamping terong slei (terong belanda), hingga sekarang masih jadi salah satu komoditi andalan. Lokasi sebelah cangar yang sekarang dijadikan pabrik jamur dulu merupakan tempat peternakan dengan membiakan Kambing, Kuda dan sapi. Disamping itu keluarga belanda ini juga memiliki tempat pemerahan dan pengolahan susu sapi. Kedatangan Jepang merubah total wajah desa dengan membakar rumah-rumah penduduk dan membabat semua tanaman perkebunan diganti dengan tanaman sejenis rerumputan untuk tanaman ternak. Seluruh anggota keluarga Klei ditahan (interner) dimalang selanjutnya dipulangkan ke negeri Belanda. Dengan mengerahkan ratusan tenaga romusha dari daerah lain, Jepang membangun puluhan gua yang kemungkinan diperuntukan bagi persediaan amunisi dan bahan pangan. Belum sempat dimanfaatkan Jepang keburu menyerah sehingga gua-gua ini terbengkalai. Setelah kemerdekaan tanah-tanah bekas perkebunan Belanda di nasionalisai dengan membagikan kepada para veteran perang. Karena tanah yang luas sudah terbagi-bagi ke penduduk pemanfaatan bukan tanaman industri perkebunan tetapi ditanami berbagai jenis sayuran yaitu kentang, wortel, gobis dan sawi. Seiring perkembangan zaman dusun jurang kuali meningkat setatusnya menjadi desa SumberBrantas tahun 2007 dengan jumlah penduduk sebesar 3.872 jiwa. Berada diketinggian 1500 dpl desa sumberbrantas yang masuk kecamatan Bumiaji merupakan kawasan paling tinggi di Kota Batu. Berbatasan dengan kabupaten mojokerto. Desa Sumberbrantas dikelilingi lembah, jurang dan gugusan perbukitan, merupakan potensi besar untuk menjadi kawasan wisata alam. Dari sini kita bisa melihat dengan jelas (bila tidak mendung) aktivitas Gunung Arjuna dan Welirang. Tentunya hamparan luas tanaman sayuran dan aktivitas petani menjadi nilai tersendiri. Kegiatan pariwisata sebenarnya sudah lama dilakukan dengan adanya air panas cangar yang sudah dimanfaatkan sejak pendudukan belanda. Infrastruktur jalan yang sudah diaspal dengan baik berjarak sekitar 18 km dari pusat kota batu menarik wisatawan mendatangi obyek ini terutama hari sabtu dan minggu bisa mencapai ribuan pengunjung. Dikelilingi oleh kawasan Hutan Lindung yaitu Taman Hutan Raya Raden Suryo kawasan ini bisa mengembangkan wisata jalan-jalan (trecking) baik jalan kaki maupun menggunakan kendaraan. Satu lagi potensi desa yang sangat besar adalah adanya sumber mata air sungai brantas, yaitu Arboretum, nama desa juga diambil dari keberadaan sumber air ini. Sebagai daerah tangkapan air (cathment area) yang dilindungi kelestarian alamnya, arboretrum menarik untuk dikunjungi sebagai wisata pendidikanSaat ini di Desa Sumber Brantas telah banyak tersedia sarana-sarana penunjang, baik untuk para wisatawan juga untuk masyarakat Desa. sarana-sarana tersebut adalah. Saat ini di Desa Sumber Brantas telah banyak tersedia sarana-sarana penunjang, baik untuk para wisatawan juga untuk masyarakat Desa. sarana-sarana tersebut adalah.

Sarana Kesehatan:

No

Nama

Jumlah

1

Gedung Puskesmas Pembantu

1 buah

2

Posyandu

4 buah

3

Jumlah Akseptor KB

841 jiwa

4

Pasangan Usia Subur

766 orang


Sarana Olah Raga:

No

Nama

Jumlah

1

Perlengkapan Sepakbola

1 unit

2

Perlengkapan Bola Voli

2 unit

3

Perlengkapan Renang

1 unit


Jumlah Penduduk Perdesa atau Kelurahan:

No

Nama Desa/Kelurahan

Jumlah Penduduk

1

Punten

5.158 jiwa

2

Sumbergondo

3.354 jiwa

3

Bulukerto

5.465 jiwa

4

Tulungrejo

8.022 jiwa

5

Gunungsari

5.989 jiwa

6

Bumiaji

5.930 jiwa

7

Pandanrejo

4.864 jiwa

8

Giripurno

8.400 jiwa

9

Sumber Brantas

3.872 jiwa

.